Saturday, July 12, 2008

Dewi Kecoak

Sumpeh mati !! Housemateku yang female itu pasti jemaan dewi kecoak. Gak salah lagi !! Masakan dia menangkap makhluk-kecil-item-nyebelin-tapi-idup itu dengan tangan telanjang, bukan cuma sekedar menarik doi pake sungutnya seperti yang seperberapa detik sebelumnya aku bayangkan pada saat tangannya menjulur siap mengakhiri hidup makhluk-malang-tapi-salah-sendiri-siapa-suruh-lewat-malam-itu dengan antusias.

Aku teriak-teriak kayak orang mau kelindes kereta.

"Huahhh Henny, gileee, ehh lu gak salah apa gak geli nangkep langsung gitu, ihh kan jorok. Hennn."

"Gak pa2 bukan cicak ini." Haa???

Hoppp. Tahu-tahu doi sudah tergulung sempurna dalam tangkupan tangannya berwarna kuning langsat itu, sekilas sempat kulihat kedua sungutnya bergerak-gerak kalap mencoba meronta, walau percuma saja. Setengah detik kemudian, pintu sampah HDB Singapura tempat kami sudah terbuka dan doi dilempar dengan sukses dan merciless ke bawah. Aku menghela nafas, kalau saja kupingku mampu menangkap frekuensi bunyi yang entah lapisan keberapa, pastilah sudah kudengar jeritan histeris putus asa dari lobang kegelapan di sana.

Pintu 'kematian' itu tertutup kembali dengan cepat dan housemateku itu dengan santai balik ke kamarnya, dengan gaya jalan yang sama, tak kudapati tanda guilty apapun di wajahnya. Aku lega, kami selamat. Aku meringis, level ini terlalu tinggi, pembantaian tadi dilakukan terlalu mulus, tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan keringat seperti saat-saat aku berburu bangsa doi. Aku menghela nafas, sungguh mengerti, gelar "Pemburu Kecoak Berdarah Dingin" yang selama ini aku banggakan ternyata tidak ada apa2nya. Sudah waktunya mahkota itu turun tahta, setelah ditambah beberapa diamond, aku yakin sekali pasti akan pas terpasang di kepala housemateku yang eligible untuk duduk di singgasana barunya.

Hhhhhhh.............

No comments: