kemarin terjadi percakapan yang menarik. bermula dari aku menyebutkan bahwa di MRT kadang-kadang suka gemes, ngeliat ibu2 hamil masuk dan para cowok bertubuh tegap itu dengan nyantainya bengong tak peduli, malah aku yang bawa barang2 hari itu memberikan tempat duduk. kasus ibu hamil masih satu-dua, kasus orang tua lebih banyak. kakek-kakek, nenek-nenek, kadang2 malah udah bongkok atau bawa barang banyak, dicuekin aja. yang paling ngeselin ngeliat cowok-cowok muda itu, tegap, idup lagi, kayak lagi gak hadir di situ, gak nyadar, egp, busettttt, gak pernah belajar sopan santun di masyarakat ya? buta benerrr. manhood jelas-jelas nol! rasanya aku pengen menendang semua cowok-cowok cengok itu keluar jendela, kalau ini dunia kartun, ini pasti sudah terjadi! percayalah.
temanku berinisial B lalu berkata mungkin kadang-kadang pikiran mereka melayang terlalu jauh, sampai gak nyadar. hmm tanda2 stress/depresi? ya, mungkin. ok, bisa dimaklumi.
atau mereka ketiduran jadi gak liat. hmm ya masuk akal, ok bisa dimaklumi juga.
atau pake teknik tidur biar gak usah ngasih tempet duduk. ha, teknik tidur?? apaan tuh, tanyaku terkejut. ini barang baru.
temanku berinisial B kembali menjawab. itu loh, pura2 tidur, dan biar lebih 'keliatan' kepala turut diangguk-anggukkan, suka ngeliat di buku-buku komiknya xxx (salah satu kartun Jepang yang terkenal, maaf si tokoh tak dapat disebutkan).
walahh ya masuk akal, teriakku, bisa aja terjadi. wahh kalo sampai begitu bener2 keterlaluan, teggaaaaaaa
hidup sehari-hari memang tak terduga. walau kita tak bisa menuduh begitu aja, tapi hal ini mungkin sekali terjadi. apapun mungkin bila orang egois dan tak mau berbagi. mungkin saja mereka akan ketemu dampaknya dalam bentuk lain.
dalam dunia kartun, mungkin ini yang akan terjadi kepada KACNH itu (baca: Kaum Adam Cengok Namun Hidup). oo Tuhann Tuhhannn, tolonggg saya tertimpa masalahhh. ohh Tuhannn, Tuhannn, kenapa doaku tak dijawab-jawab juga, apakah Kau tak peduli. ohh Tuhannn Tuhann lepaskan aku dari penderitaan ini. gemes dengan kecuekan mereka terhadap sesama, kepala Tuhan hanya terangguk-angguk dengan mata tertutup, seperti sedang jatuh tertidur sehingga tak mendengar teriakan permohonan mereka, yaa Dia pake teknik tidur!
Thursday, March 26, 2009
Wednesday, March 18, 2009
DINA (1) : Random Files
Pagi yang tenang. Dina menghirup pelan-pelan kopi peng* kesukaannya, ritual dia hampir tiap pagi. Dia merasa membutuhkan itu sebelum memulai harinya di kantor. Entah kenapa, sepertinya minuman dingin itu mampu memberikannya suatu ketenangan tersendiri, a silent strength, untuk bekerja sepanjang hari.
Hanya ada satu kopi peng favoritnya dari sekian stall dekat kantor, paling murah pula. $1, harga yang termasuk langka, karena tempat lain minimal $1.10. Worth value for money dan hmmm enak sekali. Sukar dilukiskan dengan kata-kata. Bikinan auntie itu terasa pas di lidah Dina, berfungsi bak jamu energy booster di pagi hari.
Dina membuka komputernya dan mulai bekerja. Cek inbox, things-to-do list, melihat file-file yang harus di-follow up. Ok, cukup banyak tapi masih dalam batas normal. Bisa dia selesaikan dan pulang tepat waktu, seperti biasa.
Berbagai hal bermain di pikirannya sambil ia bekerja. Seperti file warna-warni yang tersusun rapi. Kamarnya in a big mess saat ini. Beberapa kantong baju masih tegak berdiri di lantai, belum tersentuh. Belum sempat. Tak ada waktu. Hmm, Dina terdiam sejenak...alasan kuno. Belum mau lebih tepatnya. Baju-baju itu hasil bongkaran dia karena ada drama gereja last minute yang harus dikerjakan, walau akhirnya batal karena suatu hal. Dia harus membawa balik semuanya itu. Karena terlalu banyak dan saat ini sibuk dengan 1001 macam lainnya, dia benar-benar belum mood untuk membereskannya. Yah, nantilah pelan-pelan.
Nyokap lagi ada di Singapore sekarang. Datang cek up, sekalian liburan. Dina sudah ambil cuti beberapa hari untuk ngurusin dan nemenin Nyo, gantian sama kakak tercintanya. Kemarin beliau endoskopi, dan menurut hasilnya - yang langsung keluar berkat efisiensi teknologi - bagus! Hanya usus sebelah kiri sedikit merah kurang oksigen, tapi semata-mata faktor usia, tak ada yang perlu dikawatirkan. Dina lega. Hasil tes darah, ada indikasi CEA*-nya naik, tapi gak masalah, juga masih dalam kadar normal. Dokter bilang wajar aja karena tergantung kondisi badan saat pemeriksaan, angka itu selalu dapat berganti. Seperti biasa Nyo langsung panik, tapi mereda setelah mereka langsung beraksi unik nan lucu ala Bruce Lee*.
Eiitt, nanti malam jangan sampai lupa, ada kelas tentang basic financial planning yang perlu Dina hadiri. Ada PR dan catatan yang perlu dipelajari. I'll definitely do it in the afternoon or before going to class!
"Hi, I'm at office. Lunch later?" Dina memanggil lunch kaki*-nya lewat msn.
"Ok, 12.30?"
"Can! C ya"
Sesudah makan siang, Dina melanjutkan kerja. Balas email, telepon beberapa orang, print dokumen, dll. Di tengah-tengah asik kerja, tiba-tiba bosnya memanggil.
"Dina, can you help me to go to Mr xx's office tomorrow to get his signature? It's urgent."
(How can you say "no" to your boss?)
"Sure, let me know what time i should be there."
"Ok, i'll confirm with you again and pass you the documents."
Dina langsung teringat seseorang yang besok akan datang untuk mengambil kunci studio untuk kelas taiji*-nya di akhir pekan ini. Alamakk, dia harus mengatur jadwal agar tidak bentrok. Setelah mendapat kepastian jam berapa dia harus datang ke kantor di daerah Raffles Place* itu besok, Dina segera menelepon orang tersebut.
Tutup komputer, ambil jaket dan tas, sekarang waktunya cabut. Semua things-to-do untuk hari ini sudah beres. All in a day's work. Cukup. Dina melangkah dengan santai namun pasti meninggalkan kantor. Saatnya pergi ke kelas.
penjelasan *
kopi peng = es kopi susu ala Singapore
CEA = Carcino-embryonic Antigent, angka yang menunjukkan kadar protein tertentu dalam darah seseorang, sebagai acuan kadar potensi kanker khususnya area perut/usus
Bruce Lee = jagoan kungfu keturunan Cina yang film-film Hong Kong & Hollywoodnya terkenal sedunia
lunch kaki = teman makan siang; kaki = teman/buddy yang dengannya kita sering bergaul (lingo-nya orang Singapore)
taiji = latihan/ilmu bela diri filosofi Cina yang lebih identik fungsinya untuk kesehatan
Raffles Place = kawasan bisnis bergengsi di Singapore (seperti Sudirman di Jakarta)
Hanya ada satu kopi peng favoritnya dari sekian stall dekat kantor, paling murah pula. $1, harga yang termasuk langka, karena tempat lain minimal $1.10. Worth value for money dan hmmm enak sekali. Sukar dilukiskan dengan kata-kata. Bikinan auntie itu terasa pas di lidah Dina, berfungsi bak jamu energy booster di pagi hari.
Dina membuka komputernya dan mulai bekerja. Cek inbox, things-to-do list, melihat file-file yang harus di-follow up. Ok, cukup banyak tapi masih dalam batas normal. Bisa dia selesaikan dan pulang tepat waktu, seperti biasa.
Berbagai hal bermain di pikirannya sambil ia bekerja. Seperti file warna-warni yang tersusun rapi. Kamarnya in a big mess saat ini. Beberapa kantong baju masih tegak berdiri di lantai, belum tersentuh. Belum sempat. Tak ada waktu. Hmm, Dina terdiam sejenak...alasan kuno. Belum mau lebih tepatnya. Baju-baju itu hasil bongkaran dia karena ada drama gereja last minute yang harus dikerjakan, walau akhirnya batal karena suatu hal. Dia harus membawa balik semuanya itu. Karena terlalu banyak dan saat ini sibuk dengan 1001 macam lainnya, dia benar-benar belum mood untuk membereskannya. Yah, nantilah pelan-pelan.
Nyokap lagi ada di Singapore sekarang. Datang cek up, sekalian liburan. Dina sudah ambil cuti beberapa hari untuk ngurusin dan nemenin Nyo, gantian sama kakak tercintanya. Kemarin beliau endoskopi, dan menurut hasilnya - yang langsung keluar berkat efisiensi teknologi - bagus! Hanya usus sebelah kiri sedikit merah kurang oksigen, tapi semata-mata faktor usia, tak ada yang perlu dikawatirkan. Dina lega. Hasil tes darah, ada indikasi CEA*-nya naik, tapi gak masalah, juga masih dalam kadar normal. Dokter bilang wajar aja karena tergantung kondisi badan saat pemeriksaan, angka itu selalu dapat berganti. Seperti biasa Nyo langsung panik, tapi mereda setelah mereka langsung beraksi unik nan lucu ala Bruce Lee*.
Eiitt, nanti malam jangan sampai lupa, ada kelas tentang basic financial planning yang perlu Dina hadiri. Ada PR dan catatan yang perlu dipelajari. I'll definitely do it in the afternoon or before going to class!
"Hi, I'm at office. Lunch later?" Dina memanggil lunch kaki*-nya lewat msn.
"Ok, 12.30?"
"Can! C ya"
Sesudah makan siang, Dina melanjutkan kerja. Balas email, telepon beberapa orang, print dokumen, dll. Di tengah-tengah asik kerja, tiba-tiba bosnya memanggil.
"Dina, can you help me to go to Mr xx's office tomorrow to get his signature? It's urgent."
(How can you say "no" to your boss?)
"Sure, let me know what time i should be there."
"Ok, i'll confirm with you again and pass you the documents."
Dina langsung teringat seseorang yang besok akan datang untuk mengambil kunci studio untuk kelas taiji*-nya di akhir pekan ini. Alamakk, dia harus mengatur jadwal agar tidak bentrok. Setelah mendapat kepastian jam berapa dia harus datang ke kantor di daerah Raffles Place* itu besok, Dina segera menelepon orang tersebut.
Tutup komputer, ambil jaket dan tas, sekarang waktunya cabut. Semua things-to-do untuk hari ini sudah beres. All in a day's work. Cukup. Dina melangkah dengan santai namun pasti meninggalkan kantor. Saatnya pergi ke kelas.
penjelasan *
kopi peng = es kopi susu ala Singapore
CEA = Carcino-embryonic Antigent, angka yang menunjukkan kadar protein tertentu dalam darah seseorang, sebagai acuan kadar potensi kanker khususnya area perut/usus
Bruce Lee = jagoan kungfu keturunan Cina yang film-film Hong Kong & Hollywoodnya terkenal sedunia
lunch kaki = teman makan siang; kaki = teman/buddy yang dengannya kita sering bergaul (lingo-nya orang Singapore)
taiji = latihan/ilmu bela diri filosofi Cina yang lebih identik fungsinya untuk kesehatan
Raffles Place = kawasan bisnis bergengsi di Singapore (seperti Sudirman di Jakarta)
Subscribe to:
Posts (Atom)
